Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

Refleksi Perjalanan Perasaan : Mas Fath | Rumah Puisi

Gambar
  Refleksi Perjalanan Perasaan Aku pernah bertemu seseorang, yang membuatku mengerti bahwa nyaman bisa datang tanpa rencana, dan harapan bisa tumbuh tanpa aba-aba. Aku yang tadinya diam, perlahan belajar mendengarkan. Aku yang tadinya takut, perlahan berani membuka diri. Aku yang tadinya ragu, perlahan memahami makna perhatian. Walaupun pada akhirnya, tak semua rasa harus berakhir menjadi "kita." Tak semua harap harus menjadi nyata. Tapi aku bersyukur, pernah merasakan indahnya perjalanan ini. Bersyukur atas setiap percakapan, tawa, bahkan diam-diam menunggu. Kini aku tahu, cinta sejati bukan tentang memaksa memiliki, tapi tentang mendoakan dalam diam, tentang menerima kenyataan dengan lapang dada, tentang tetap melangkah, walau hati sempat tertinggal. Aku tak akan menghapus kenangan ini. Aku akan menyimpannya baik-baik, sebagai bukti bahwa aku pernah berani mencintai tanpa pamrih. Dan kini, aku memilih melanjutkan hidupku, menjadi pribadi yang lebih s...

Harapan yang Tak Dimaksudkan : Mas Fath | Rumah Puisi

Gambar
  "Harapan yang Tak Dimaksudkan" Seseorang yang membuatku mulai merangkak menatap masa depan, Tetapi dialah yang membuat kehancuran makin dalam. Dia memang tidak pergi, Tapi juga tidak bisa kumiliki. Dia memberi perhatian yang kuanggap sebagai harapan, Ternyata dia hanya peduli sebagai seorang teman. Memang salahku mengartikan sebuah perhatian, Aku menaruh harap pada yang tak menaruh perasaan. Bodohnya aku menanam bunga di ladang ilusi, Merawatnya dengan doa dan janji yang kuurai sendiri. Aku kira senyumnya adalah pertanda, Aku kira sapanya membuka pintu rasa. Tapi ternyata aku berjalan sendirian, Menapaki harapan yang tak pernah dia maksudkan. Dia bilang belum membuka hati, Namun tetap memberiku tempat untuk bermimpi. Kini aku sadar, Mencintai diam-diam bisa membuat hati retak tanpa suara. Namun aku akan tetap membenahi hidup dan rasa, Agar saat takdir datang, aku telah siap menyambutnya. Entah kisah ini sad ending atau belum selesai, Yang jelas, saat i...

Harapan yang Gugur : Mas Fath | Rumah Puisi

Gambar
  "Harapan yang Gugur" Harapan itu sempat tumbuh, dari sapa hangat dan perhatian yang tak jemu. Tiap kata, tiap senyum, membuat hati ini berani menaruh mimpi di situ. Namun kini, seperti dedaunan yang gugur sebelum waktunya, harapan itu jatuh tanpa pamit, dihantam angin kenyataan yang pahit. Bukan karena cinta ini usang, tapi karena hati tak tahu lagi harus berjuang atau pulang. Kamu bilang tak usah dipikirkan, padahal tiap detik, kamu tak pernah absen dari pikiran. Kini aku diam, bukan karena tak peduli, tapi karena tak tahu lagi apa aku hanya singgah sementara dalam hari-harimu yang penuh misteri.

Pada Perhatian yang Tak Bernama : Mas Fath |Rumah Puisi

Gambar
  “Pada Perhatian yang Tak Bernama” Aku bukan sekadar teman, setidaknya menurut hatiku yang diam-diam menyimpan, perhatianmu yang lembut—terkadang manis, menjadi harapan yang tumbuh meski tanpa janji. Kau bilang hanya teman, tapi tatapan dan sapaanmu tak pernah biasa, kau sisipkan "mas" dengan senyum, kau kirim pap seolah tak ingin benar-benar jauh. Aku cemburu, pada langkahmu bersama dia yang bukan aku, pada ziarahmu dengan seseorang yang mungkin kau tunggu, sementara aku di sini, memadamkan harap yang semakin membara. Kau menangis padaku, kau bercerita padaku, kau tertawa denganku—seolah aku tempatmu pulang, tapi nyatanya aku hanya halte, bukan rumahmu yang tenang. Aku ingin menyayangimu dengan restu dan ikatan, bukan sekadar perbincangan larut malam. Tapi bila hanya aku yang berjalan, biarlah doa menjadi saksi bahwa aku pernah benar-benar sayang.

Isak Tangismu di Malam Itu: Mas Fath|Rumah Puisi

Gambar
  Isak Tangismu di Malam Itu Masih terngiang isak tangisan di malam itu Kau bicara dengan nada yang amat pedih Disaat keadaan genting, Laptopmu malah black screen Dengan terisak kau ceritakan padaku Aku ingin menyeka air matamu Lewat suara dan petunjuk sederhana Meski hanya di seberang layar Kupastikan hatimu tak merasa sendiri Kau tunjukkan wajah mungilmu yang muram Jerawat kecil di pipi jadi lelucon manja Dan aku tertawa, bukan mengejek luka Tapi ingin membuatmu lupa sejenak derita Lelahmu, tangismu, celoteh lucumu Mengisi ruang kosong di pikiranku Malam itu bukan hanya tentang laptop rusak Tapi tentang hati yang perlahan mulai terbuka Dan dalam diam aku berdoa Semoga kelak bukan hanya masalah kecil yang kau bagi Tapi seluruh cerita hidupmu, Bersamaku yang siap menemani

Rasa Tanpa Jawaban : Mas Fath | Rumah Puisi

Gambar
 RASA TANPA JAWABAN Perihal rasa yang tak tahu jawabannya, Mungkinkah cinta, atau hanya kata? Kala hadirnya di layar menghilang, Ada sunyi yang diam-diam datang. Namun saat kata kembali menyapa, Rasa tumbuh dengan warna berbeda. Apakah ini hanya hangat pertemanan, Atau benih cinta dalam diam disembunyikan? Terkadang hati menebak-nebak, Antara logika dan rasa yang retak. Senyumnya tulus, tutur katanya ramah, Tapi adakah aku di hatinya yang nyata? Diam-diam aku mencatat perhatiannya, Meski kecil, cukup untuk mengobarkan tanya. Dan tiap malam sebelum doa terucap, Namanya hadir, meski tak terungkap. Mungkin ini hanya aku yang terlalu berharap, Pada seseorang yang mungkin tak menatap. Tapi jika benar ada rasa di sana, Mengapa bayangnya tak mau reda? Ah, perihal rasa… Selalu rumit, tak mudah dijelaskan kata. Tapi jika memang ia hanya sebatas teman, Semoga Tuhan tenangkan perasaan perlahan.