Postingan

Menampilkan postingan dengan label lirik puisi

Lirik Puisi Gundahku karya Roihatul Jannah

Gambar
  GUNDAHKU ada yang hilang...melayang ingin ku terbang... penuhi angan serasa ku terhimpit....sempit teramat sakit...pahit ada rindu yang tebal menjalaga akan rona keluarga ada damai syahdu membahana baca juga : hancurku karya Roihatul Jannah kala angan bertamasya temui mereka semua.... inikah perpisahan inikah penderitaan inikah sebuah roda kehidupan yang kan terus berulang angin.... terpamu mendamaikan sepoimu merdedam kegelisahan sepoimu kabarkan nuansa desa ku terkesima dan akhirnya... ku kembali jatuh ke dalam nyata "Jan 08"                    

lirik puisi khoirul trian Anak Yang Kehilangan Pundaknya

Gambar
ANAK KECIL YANG KEHILANGAN PUNDAKNYA  Sebelumnaya aku tak pernah kehilangan sedalam ini Seseorang yang harusnya aku bahagiakan Belum sempat tersenyum karena ku Aku kehilangan banyak waktu Waktu tentang bercanda waktu untuk menangis lebih dalam dipundaknya Juga waktu untuk cerita Tentang hidupku yang sedikit bahagia Sejauh ini aku sudah terbiasa tumbuh sendirian Tanpa pundak Juga tanpa pelukan hangat saat semuanya sedang memudar Aku ingin bermimpi Tapi aku kehilangan alasan untuk mewujudkan mimpiku sendiri Kata mereka suatu hari mimpimu akan menjadi nyata Sejak saat itu aku takut untuk bermimpi Karena ketika aku membuka mata Semuanya hilang Anak kecil ini kehilangan pundaknya Dan bingung harus bersandar kepada siapa Anak kecil ini sudah kehilangan waktu Dan itu tidak akan kembali Aku juga bingung harus menyalahkan siapa Waktu itu semesta terlalu jahat Memisahkan buah hati dari pelukannya Lalu menyisakan luka yang tidak akan sembuh sebelumnya Aku masih ingat hembusan nafasnya Sejuk ...

lirik puisi khoirul trian Menjadi Dewasa

Gambar
MENJADI DEWASA PUISI UNTUK IBU  Ma, ini aku Aku yang sulit dibangunkan Sekarang aku harus bangun lebih awal Untuk menghadapi dunia ini Aku yang dulu sering melupakan sarapan yang telah kau buat Sekarang aku harus curi-curi waktu untuk sekedar mengucapkan selamat pagi untuk mama Dulu aku menangis saat aku terjatuh Dan sekarang aku jatuh menghadapi luasnya dunia ini Apakah aku harus menangis ma? Aku rindu dengan tangan yang kucium setiap pagi dan sore Dan tangan itu sekarang jauh Aku sudah tidak tau lagi bagaimana keadaannya Keriput dan menua, itu sudah pasti Tangan itu dulu yang memelukku Dari busanya dunia luar Baca Juga : Bunda karya Roihatul Jannah Ma...Menjadi dewasa itu tidak enak Aku terlalu kecil untuk dunia ini Dunia terlalu jahat ma Menilai hasil tanpa melihat perjuanganku Kadang tidak memberi apa yang aku minta Padahal perjalananku masih panjang Dan bahagiapun belum aku persembahkan Tuhan, aku hanya minta Tolong beri dia hidup lebih lama lagi Baca Juga : Kumpulan Materi...

lirik puisi khoirul trian Juli dan Tingkah Manusianya

Gambar
  JULI DAN TINGKAH MANUSIANYA Hai bulan... Dibawah terangmu semua mimpi anak manusia ditaruhkan Banyak doa yang berlalu lalang diatas awan Menunggu dijawab apakah iya atau harus luruh lagi seperti biasa Titip orang baik yang sedang mendengarkan ini Panjang umur ya....karena aku ingin melihatmu tumbuh disampingku Layaknya dua kaktus indah yang dipajang disudut-sudut capitaria Kita akan tumbuh bersama Dan akan kuajak cerita tentang banyak hal Berdua menikmati manusia lalu lalang Menyaksikan orang datang dan pergi Silih dan berganti Singgah untuk sesaat, menikmati kopi sebentar Lalu pergi dengan cepat dan datang terlambat Siklus manusia hanya berputar disitu-situ saja Ketika pintu dibuka, tamu-tamu akan masuk bergantian Kadang pulangnya tidak tahu waktu dan tidak tahu diri Masih untung dikasih masuk Kalau memang mau pulang, bilangnya dari awal datang Biar kitanya juga bisa siapkan supir terbaik untuk mengantarmu pulang Walau jauh pasti akan di...

lirik puisi khoirul trian Seorang Anak Manusia Dan Lukanya

Gambar
SEORANG ANAK MANUSIA DAN LUKANYA  Seoramg anak manusia sudah berjalan terlalu jauh Dia pergi dengan membawa sejuta angan Katanya sedikit lagi akan pulang Tapi nyatanya dunia belum menyuruh untuk kembali Seorang anak manusia tadi sebenarnya tidak butuh perjalanan yang jauh Tidak butuh pemandangan yang indah Apalagi lengkungan cahaya merah dari senja-senja di ujung pantai itu Ini yang patah hatinya, bukan dirinya Luka menganga yang dari dulu selalu menjadi alasan Kenapa tidak berani memilih hati lain  untuk disinggahi Bukan takut, tapi memang tidak mau patah dua kali Apalagi berulang kali Maaf kalau saat ini anak manusia tadi sedang terlalu nyaman dengan kesendirian Dia pernah mempercayai raga lain untuk dijadikan alasan bahagia Dan ia tidak percaya ketika sekarang raga itu sudah hilang Waktu yang membawa seseorang kembali dengan dunianya Seorang anak manusia tadi namanya aku Dia sekarang bahunya sedang lelah Telalu banyak angan yang sampai  sekarang masih menjadi beban ...

lirik puisi Hancurku karya Roihatul Jannah

Gambar
  HANCURKU Malam dengan apalagi ku bercerita atas dalamnya luka lara dalam pendam yang teramat dalam dalam perih yang teramat menoreh dalam tak berdaya terkapar... nanar.. tuhan... dimana ada ujungmu... dimana ada janjimu... dimana ada tahtamu.. ku menangis ku melolong ...ku meraung adakah yang bisa meraba adakah yang bisa merasa baca juga : sunyiku karya Roihatul Jannah beratnya teramat beban derita kering air mataku kering juga rasaku ku tlah lama mati dalam panggangan luka lara binasa Baca Juga : Ibu , D. Zawawi Imron

lirik puisi Mata Luka Sengkon Karta

Gambar
MATA LUKA SENGKON KARTA mata luka sengkon Karta  serupa maskumbangbang Pupuh mengantarkan wejangan hidup  kecapi dalam suara sunyi menyendiri  Pupuh dan kecapi membalut nyeri  menyatu dalam suara genting  terluka melukai luka-luka menganga akibat ulah manusia  terengah-tengah didalam tabung dan selang aku seorang petani Bojongsari  menghidupi mimpi dari padi yang ditanam sendiri  kesederhanaan panutan hidup  dapat untung berlipat dan ditabung  1974 tanah air yang kucinta berumur 29 tahun  waktu yang muda bagi berdirinya sebuah negara  Lambang Garuda dasarnya Pancasila undang-undang 45  merajut banyak peristiwa  peralihan kepemimpinan yang mendesak  Bung Karno diganti pak Harto  dengan dalih keamanan negara  pembantaian enam Jenderal satu Perwira  6 jam dalam satu malam  mati di lubang tak berguna  tak ada dalam perang Mahabharata bahkan disejarah dunia hanya disejarah Indonesia  pemu...

lirik puisi Desember dan Jalan Pulangnya

Gambar
DESEMBER DAN JALAN PULANGNYA di sisa-sisa ujung tahun yang berantakan  anak kecil ini Tengah kehilangan jalan pulang  di bawah hujan bulan Desember ia menangisi semua kegagalan  yang datangnya bertautan  lantas Mengapa masih di sini  ia bertanya kepada angin  yang menerbangkan mimpinya jauh ke atas awan  memandangi betapa tingginya ia harus terbang  yang padahal sayapnya sedang dipatahkan keluarganya sendiri  orang terdekatnya  hingga rumahnya sendiri pun sudah tidak pantas disebut rumah  karena isinya hanya kekacauan yang melulu datang  meninggalkan seorang anak kecil yang kehilangan pundaknya  anak kecil tadi dipaksa untuk berlarian ke kota  dimana semua mimpi berserakan di sana  entah mana saja mimpi yang layak menjadi nyata  atau Mimpi Yang memang seharusnya dibiarkan saja berserakan di tengah jalan  menanti kendaraan lewat  lalu melenyapkannya dengan seksama di depan mata  anak kecil Tadi...

lirik puisi khoirul trian Desember dan Lukanya 2

Gambar
Source : https://www.instagram.com/p/CmJcBtWvcqg/?utm_source=ig_web_button_share_sheet memasuki awal Desember dengan lukanya  terus berjalan meski dengan apa adanya  apalagi yang bisa diraih dari aku  sedang aku, sudah kehilangan semuanya  fase dewasa yang kataku dulu sepertinya menyenangkan ya  ternyata tidak semudah pikiranku waktu kecil  dewasa ini dipaksa tumbuh dengan ribuan babak belur  dipatahkan oleh ekspektasi  dipulangkan karena depresi  mana yang katanya bahagia?  mana yang katanya akan indah pada waktunya  amat mana lagi yang bisa aku percaya?  pelukan Siapa lagi yang menenangkan? I'm lost everything  sudah terlalu rusak untuk diperbaiki  terlalu remuk untuk disusun kembali  kecewa mana lagi yang harus aku Maklumi?  tidak ada lagi kata-kata yang bisa menggambarkan ku saat ini  Apakah ada kata lain yang lebih hancur dari ini?  maka akan ku teriakan setiap hari  kehilangan teman, ...