Refleksi Perjalanan Perasaan : Mas Fath | Rumah Puisi
Refleksi Perjalanan Perasaan Aku pernah bertemu seseorang, yang membuatku mengerti bahwa nyaman bisa datang tanpa rencana, dan harapan bisa tumbuh tanpa aba-aba. Aku yang tadinya diam, perlahan belajar mendengarkan. Aku yang tadinya takut, perlahan berani membuka diri. Aku yang tadinya ragu, perlahan memahami makna perhatian. Walaupun pada akhirnya, tak semua rasa harus berakhir menjadi "kita." Tak semua harap harus menjadi nyata. Tapi aku bersyukur, pernah merasakan indahnya perjalanan ini. Bersyukur atas setiap percakapan, tawa, bahkan diam-diam menunggu. Kini aku tahu, cinta sejati bukan tentang memaksa memiliki, tapi tentang mendoakan dalam diam, tentang menerima kenyataan dengan lapang dada, tentang tetap melangkah, walau hati sempat tertinggal. Aku tak akan menghapus kenangan ini. Aku akan menyimpannya baik-baik, sebagai bukti bahwa aku pernah berani mencintai tanpa pamrih. Dan kini, aku memilih melanjutkan hidupku, menjadi pribadi yang lebih s...