lirik puisi khoirul trian Seorang Anak Manusia Dan Lukanya



SEORANG ANAK MANUSIA DAN LUKANYA




 Seoramg anak manusia sudah berjalan terlalu jauh

Dia pergi dengan membawa sejuta angan

Katanya sedikit lagi akan pulang

Tapi nyatanya dunia belum menyuruh untuk kembali

Seorang anak manusia tadi sebenarnya tidak butuh perjalanan yang jauh

Tidak butuh pemandangan yang indah

Apalagi lengkungan cahaya merah dari senja-senja di ujung pantai itu

Ini yang patah hatinya, bukan dirinya

Luka menganga yang dari dulu selalu menjadi alasan

Kenapa tidak berani memilih hati lain  untuk disinggahi

Bukan takut, tapi memang tidak mau patah dua kali

Apalagi berulang kali

Maaf kalau saat ini anak manusia tadi sedang terlalu nyaman dengan kesendirian

Dia pernah mempercayai raga lain untuk dijadikan alasan bahagia

Dan ia tidak percaya ketika sekarang raga itu sudah hilang

Waktu yang membawa seseorang kembali dengan dunianya

Seorang anak manusia tadi namanya aku

Dia sekarang bahunya sedang lelah

Telalu banyak angan yang sampai  sekarang masih menjadi beban di pundaknya

Tapi orang-orang dengan mudahnya mematahkan pundaknya

Lalu angan tadi jatuh berserakan dan tidak lagi beraturan

Butuh banyak waktu untuk pulih

Butuh banyak "yaudah gapapa" untuk kembali dapat terima nyatanya hidup di dunia

Dunia kadang menyebalkan

Yang bukan miliki bisa bertahan sendirinya

Tapi yang benar-benar milik kita justru sering hilang dan tidak tahu lagi dimana singgahnya

Kamu sempurna perihal menyuruh seseorang pergi dari hidupmu

Dan saat ini aku benar-benar pergi dan hilang dari hidup seseorang

Perlahan luka mengajarkan artinya hidup

Bahwa sebenarnya hidup hanya tentang datang, pergi dan hilang

Tiap-tiap kisah akan ada waktunya sendiri

Jadi nanti kalau ada yang tiba-tiba hilang

Jangan kaget lagi ya

Itu adalah fase

Teruntuk aku dan lukaku

Ayo tolong jangan lagi berdarah

Ku mohon sembuh dengan segera

karena sejatinya sudah banyak hati lain yang siap untuk singgah

Mungkin selamanya, mungkin juga sementara

Selebihnya jangan menaruh harap terlalu erat

Jangan menaruh rindu kepada yang bukan tempatnya

Karena tempatnya rindu adalah temu

Tapi nyatanya aku tidak dapat selalu berjalan

Kehilangan tadi memberikan aku makna hilang yang paling dalam

Kecewa atas harap yang aku taruh terlalu tinggi

Dan dia masih manusia

Dia bisa kapan saja pergi tanpa arah

Melaju tanpa menoleh,

Bahkan terbang tanpa mengenang

Selamat malam sekarang aku tanpa kamu

Dan selamat sekarang tidurku hanya aku dan mimpiku

Lekas sembuh diriku

Lekas pulih aku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hilang : KHOIRUL TRIAN | Rumah Puisi

Dari Aku Yang Terlalu Rusak Untuk Diperbaiki : KHOIRUL TRIAN | Rumah Puisi

Jujur, kangen : Khoirul Trian | Rumah Puisi