Selamat tidur ragaku : KHOIRUL TRIAN | Rumah Puisi

SELAMAT TIDUR RAGAKU



Di ruang gelap ini..

Aku berusaha untuk bicara dengan sosok aku yang berusaha senyum dibalik cermin

Matanya sembab, sebab gagal seolah datang setiap hari

Gagal tersenyum, gagal memapah diri sendiri

Sampai seakan-akan bahagia malu untuk datang

Karena tubuhnya lebih memilih nyaman dengan luka yang dibuat sendiri

Kadang perih dirasa manis

Kadang sakit justru terasa kebal

Iya..sosok aku tadi sudah terlalu sering patah dan dipatahkan

Berkali-kali menangisi sebuah kepergian seseorang

Padahal, sebenarnya si aku tadi yang sudah kehilangan diri sendiri

Kendalinya dipegang orang

Akibat terlalu menaruh harap kepada si pembuat kecewa

Tolong ini yang terakhir yah..

Kamu berhak bahagia sendirian

Perlahan waktu yang akan bikin kamu sembuh

Bisa nanti, esok atau mungkin lusa

Semua tinggal gimana kamu menghargainya aja

Banyak jalan untuk senang

Banyak ruang untuk bahagia

Jangan di penfam sendirian ya..

Tubuhmu berhak untuk berbagi tugas

Mulai dari isi kepala, ayo dong..lupain semuanya

Semua kenangan, semua trauma, dan hal-hal menyakitkan lainnya

Lalu bibir, senyum yah..semua orang sudah kangen dengan senyuman ini

Juga jangan berhenti berdoa, semoga semua akan selalu baik-baik saja

Untuk tangan..genggamannya lepasin aja

Buat apa mengepal luka kalau akhirnya hanya akan kecewa

Dan kaki...pergilah kemanapun kamu mau melangkah

Semoga di tempat yang lain..kamu bisa menemukan bahagia yang baru

Kepada tubuhku tolong kerjasamanya yah..

Kita harus berusaha sembuh

Kasihan, sudah terlalu banyak waktu yang terbuang begitu saja

Kita mulai lagi yah ceritanya

Tidur nyenyak untuk semua yang patah

Jangan jadikan ambisi mengambil ragamu lagi

Jangan dikenang lagi traumanya...dia akan hilang

Semua yang menyebalkan akan pergi perlahan

Untuk apa menangis..sayang airmatanya

Tidur yah...

Dan ketika bangun nanti..

Jangan lupa bersyukur masih diberi kesempatan sehari lagi di bumi

Selamat tidur, ragaku



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hilang : KHOIRUL TRIAN | Rumah Puisi

Dari Aku Yang Terlalu Rusak Untuk Diperbaiki : KHOIRUL TRIAN | Rumah Puisi

Jujur, kangen : Khoirul Trian | Rumah Puisi