Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Rantau : Khoirul Trian | Rumah Puisi

Gambar
  RANTAU   Kata rindu punya banyak pemeran Salah satunya aku Anak kecilnya ibu, yang jauh dari rumah Dipecundangi harapan di kota orang Dan merayau mencari validasi semesta Bu, pulangku tak tepat waktu Kita bagi tugas ya... Aku yang berjuang disini Ibu yang bantu do’a dari rumah Maaf kalau berjuangnya kadang sampai lupa waktu Tapi aku selalu percaya, do’amu akan selau melangit diatas ku Bu, jadi dewasa itu tidak enak Banyak hal yang harusnya parah tapi mencoba untuk biasa saja Aku contohnya, kerjaku tak tahu waktu Pagi hilang dan malam pun kelam Aku pergi untuk bekerja, dan kembali hanya untuk tidur sebentar   Tak terasa sudah lama kita tidak bercerita Aku sudah biasa dengan kesendirian Dan kesepian adalah temanku sekarang Bagaimana kabar senja disana, masihkah sehangat dulu Saat kecil aku hanya menikmati senja dari balik pohon Setelah dewasa aku baru paham makna senja yang sebenarnya Ia memang indah, benar-benar indah Namun...

Mati Rasa : KHOIRUL TRIAN | Rumah Puisi

Gambar
  MATI RASA Selamat datang dikehidupan saya yang datar Seperti ingin pergi, hilang, dan melupakan Seperti ingin lepas dan terbang sendirian Perlahan semuanya berjalan biasa saja Tanpa gairah lagi ingin memulai sesuatu yang baru Akhir-akhir ini saya suka kesendirian Melepaskan satu persatu beban yang sebenarnya saya sendiri tidak kuat Selama ini terlalu banyak hal yang berterbangan dihidup saya Bagaimana caranya memulai sesuatu yang baru Kalau kesakitan yang lama belum bisa sembuh Saya hanya tidak ingin menjadikan orang lain Cara saya untuk melupakan seseorang Ruangku gelap, jadi jangan pernah coba masuk Kalau kamu tidak punya cahaya yang terang Nanti kesepian, nanti kamu kamu kebingungan Hindupnya saya memang begini, dari sudah terbiasa dengan kesendirian Kata orang saya monokrom, katanya memang benar begitu Tapi apakah terlalu banyak warna bisa membuat seseorang bahagia Kalau iya, saya ingin satu saja Satu warna terang, untuk melukiskan l...