Bu, jujur ini berat ; Khoirul Trian | Rumah Puisi
BU, JUJUR INI BERAT
Bu, jujur ini berat
Kadang aku bingung
saat ibu semakin menua
tapi aku justru semakin tidak berguna
Bu, aku ingin menjadi anak kecilmu lagi
aku takut hari paling menyedihkan itu akan datang
disaat aku sedang gagal
disaat aku sedang kalah
aku takut gagal dan kalah
akan bersamaan dengan datangnya hari paling menyedihkan
yaitu ketika usia ibu berakhir
karena dari setiap kisah yang kubaca
di situ semuanya memiliki akhir
lantas apakah ibuku juga akan memiliki akhir
aku terdiam
air mataku mengalir begitu saja
bisa nggak untuk yang satu ini jangan ada akhir
Ibuku perlahan menua
ketika yang aku usap rambutnya
tapi yang runtuh malah air matanya
katanya anakku sudah bukan anak-anak lagi
ia besar dan sangat gagah dalam perjalanan
termasuk ketika ia meninggalkanku di rumah sendirian
kataku ibu harus kuat ya
rumah ini masih menjadi tempat paling nyaman untuk pulang
menjadi dewasa bukan alasanku untuk pergi dibawa mimpi
dewasa ku adalah Tentangmu
membuatmu tersenyum di masa senja
dan duduk manis di depan teras dengan teh hangat
katamu kau akan baik-baik saja saat aku tinggal pergi
buktinya suara tangismu terdengar sejauh ini
Ibu berbohong ia sedang tidak baik-baik saja
ia sedang merindukan anaknya
dan ternyata ia tidak pernah rela atas kepergian anaknya
Bu, maaf sempat lupa
ternyata aku sudah terlalu jauh perginya
Maaf sering mengabaikan rindumu
jujur di sini aku lemah
aku tidak sekuat di ceritamu
kau pernah bilang kuat-kuat hidupnya ya nak
asal kau tahu bu itu adalah kalimat obat paling indah
yang pernah aku dengar dari ibu
sesederhana itu

Komentar
Posting Komentar