Kenapa hidup sesepi ini, ya : Khoirul Trian | Rumah Puisi
KENAPA HIDUP SESEPI INI, YA
Kenapa hidup sesepi ini ya
ternyata gini rasanya gak punya siapa-siapa
bingung mengeluh kemana
Tuhan Aku mau pulang
tapi bukan ke rumahmu dulu
karena memasuki fase beranjak dewasa rasanya terlalu banyak menguras air mata
mulai dari harapan yang tidak sesuai kenyataan
hingga kecewa yang tidak berkesudahan
Aku lelah dengan Kehilangan
rasanya seperti di dunia ini tinggal aku sendirian
lantas adakah seseorang yang bersedia kujadikan rumah
Aku janji tidak merepotkan
aku hanya sekedar butuh pulang
dewasa ini aku kehilangan makna rumah
menari dengan harapan yang aku besar-besarkan
lalu dijatuhkan dengan kenyataan yang ternyata tidak sesuai keinginan
padahal Inginku Cuma Satu
apa manusia seperti aku tidak layak mendapatkannya
lagi-lagi Aku Bertanya kepadanya
dalam tengah malam yang malam aku duduk dan menyapa Tuhan
Tuhan letak bahagianya di mana ya
aku kesulitan untuk menemukannya
aku hilang dalam gelapnya malam dan dinginnya Harapan
Kenapa hidup sesepi ini ya Tuhan
Kenapa untuk bahagia saja rumit
ya padahal Bahagiaku sederhana kok
ketika perjuangan berujung menang dan ketika harapan bertemu jawaban
Tuhan Tolong jawab pertanyaanku
ada kasih saya bahagia untukku
barangkali sedikit aku akan mencarinya sekarang
meski kemanapun itu
karena aku harus menemukan jawaban dari banyaknya isi kepala yang berisik
yaitu tentang Apa sih makna hidup
Apa sih makna bahagia
Kenapa orang-orang Sibuk mengejarnya sampai lupa dengan Tuhannya
padahal kenyataannya Bahagia itu adalah ketika kita merasa cukup
lalu Kenapa kita harus lari-larian
memangnya Apa sih yang dikejar

Komentar
Posting Komentar