Maaf, ku peluk tubuh yang bukan punyaku : PUISI KHOIRUL TRIAN | Rumah Puisi

 MAAF, KUPELUK TUBUH YANG BUKAN PUNYAKU



Kasih, maaf aku sudah lancang jatuh cinta

berani beraninya menaruh rasa kepada yang bukan seharusnya  bersama

sejak pertama kali kupeluk tubuhmu

itu sebenarnya aku sadar

bahwa kedepannya kamu tidak akan bisa aku miliki

aku yang meyakinkanmu untuk tetap menetap

disaat aku sendiri tidak yakin kita akan selamanya

dulu rumahku asing, kosong dan sepi tanpa penghuni

setelah aku sadar dibumi ada kamu

perlahan aku menaruh percaya bahwa ternyata bahagia itu nyata

bahwa ternya bahagia hanya dengan sekedar ungkapan selamat pagi

setiap kali aku memulai hari

hingga ungkapan selamat tidur setiap kali hariku selesai

kasih, kisah kita berjalan sempurna

dimana aku bisa merasakan betul makna cinta hanya dengan tatapan mata

begitu pula denganmu

yang perlahan mulai percaya

bahwa untuk kamu masih punya aku buat masalahmu

buat hari-hari beratmu

hingga untuk jatuh bangunnya kamu dalam sebuah perjalanan beranjak dewasa

dimana aku menjadi pundakmu, dan kamu menjadi telinga terbaikku

kisah kita terlalu sempurna untuk diakhiri begitu saja

lalu itu kamu pergi

katamu, kita hanya dua manusia dalam dunia temporary

indah yang kamu suguhkan ternyata tidak bisa aku sebut selamanya

katamu, tiap-tiap manusia akan hilang

dan kembali pada alur hidupnya masing-masing

disaat aku begitu percaya bahwa kita tidak akan pernah menjadi asing

lalu sekarang kamu sudah pergi

entah sedang bahagia atau sedang patah-patahnya seperti aku

yang jelas doaku akan selalu melangit diatasmu

untuk segala hal baik yang sedang kamu usahakan

untuk segala harapan besar yang sedang kamu kejar mati-matian

sekarang kamu sudah milik orang lain

sedang aku masih merasa bahwa kamu masih punyaku

lalu kutatap lagi matanya, tanpa adanya lagi rasa cinta

maaf, kalau aku harus memeluk tubuh yang sudah bukan punyaku lagi

sekalipun sudah tidak ada apa-apa lagi diantara kita

izinkan aku untuk tetap merasakannya sendirian

jatuh cinta paling jatuh yang pernah aku rasa

sehebat itu yah tuhan menciptakan kamu

sudah diberi hati yang baik

namun sayangnya tuhan tidak memberikan kamu untuk aku

jadi wajarkan aku untuk menangisimu

sampai larut dini hari hingga bertemu dini hari lagi

kamu terlalu dalam untuk dilupakan

namamu sudah tertulis paling jauh dari diri seorang aku

maaf kalo aku sulit melupakanmu

aku juga berusaha pergi yang jauh sampai kau tidak lagi bertemu aku

namun, sampai hari ini  pun masih sama

masih ingin kupeluk lagi tubuh yang sudah bukan punyaku







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hilang : KHOIRUL TRIAN | Rumah Puisi

Dari Aku Yang Terlalu Rusak Untuk Diperbaiki : KHOIRUL TRIAN | Rumah Puisi

Jujur, kangen : Khoirul Trian | Rumah Puisi