Rumahku Sedang Kehilangan Fungsinya : Khoirul Triann | Rumah Puisi
RUMAHKU SEDANG KEHILANGAN FUNGSINYA
Hai maaf kalau Ketika kamu datang
rumahku Justru malah sedang berantakan
rumahku sedang kehilangan fungsinya
Maaf kalau aku nggak sengaja biarkan kamu masuk
di saat ruang tamu ya sedang tidak karuan
jujur bukan hanya kamu yang merasakan kesepian yang melulu datang
karena aku pun juga sedang kehilangan penghuninya
sudah lama ini usang diombang-ambing keadaan yang gak pernah sama sekali berpihak ke aku
kalau kamu pikir hanya kamu yang kehilangan arah
lantas harus kamu sebut apa aku yang kehilangan rumahku sendiri
di tengah jalan buntu Aku bingung mau pulang ke mana
rasanya singgah-singgah ya akan membuat luka yang berkepanjangan
lalu apa yang kamu cari dari aku
apalagi yang bisa diambil dari sosok rumpang yang kecewanya Abadi dalam Kehilangan
karena sebaik apapun seseorang yang aku temui
pemenangnya masih luka yang lama
dulu ia Mahir membuat aku terbang terlalu tinggi
lalu di ketinggian sayapku dipatahkan sebelah kanan
hingga membuat aku jatuh terkapar dan tidak karuan
sebab itu aku jatuh di tengah jalan
merayu bagaikan anak kecil yang kehilangan pundaknya
meminta tolong pada orang-orang sekitar
yang mereka juga tidak peduli dengan makna hidup yang aku punya
sisa hidup sendirian penuh luka
hingga patah yang tidak pernah tumbuh
Mereka bilang katanya aku akan baik-baik saja
lantas
Bagaimana caranya untuk tetap hidup di tengah manusia yang kehilangan jiwanya
aku seperti rumah kosong tanpa penghuni
yang selalu dicaci sana-sini hanya karena aku tidak punya siapa-siapa
aku nyerah dengan rasa yang diberi manusia
aku nyerah dengan janji
Aku capek rasanya percaya sama manusia
manusia selalu kasih kita rasa
tapi di satu sisi mereka selalu Biarkan Aku ngerasain kesepian
jadi manusia maunya apa
Jangan pernah mengetuk pintu rumah seseorang
kalau ternyata kamu tidak ingin dijadikan tamu
Bagaimana kalau rumah yang kamu ketuk itu
ternyata ia sedang kehilangan fungsinya
fungsi rumah yang harusnya menenangkan
jadi tempat pulang
jadi tempat paling aman
nyatanya rumahku hanya sekedar bangunan kosong penuh debu
yang mungkin akan sangat repot untuk dikembalikan fungsinya
jadi jangan sama aku jangan sama aku ya
aku tidak baik
Bahagiaku hilang di bawah penghuni yang lama
begitu juga peduli ku
lantas Gimana caranya aku bisa menerima orang yang baru lagi
di saat orang lama masih jadi pemenangnya
dan mungkin
sampai hari ini pun hanya penghuni lama yang sedang aku tunggu kepulangannya
Mungkin ia sedang menjelajahi dunia dan seisinya tanpa aku
tapi dengan sadar dan bodohnya aku masih percaya
bahwa akan ada hari dimana ia akan pulang
dan rumahku akan hidup kembali seperti sedia kala
Semoga

Komentar
Posting Komentar