Hanya seutas pamor badik : D. Zawawi Imron | Rumah Puisi



 Dalam tubuhku kau nyalakan dahaga hijau

Darah terbakar nyaris ke nyawa

Kucari hutan

Sambil berdayung di hati malam

Bintang-bintang mengantuk

Menunggu giliran matahari

baca juga : Andai menangis bisa menyelesaikan masalah

Ketika kau tegak merintis pagi

Selaku musafir kucoba mengerti:

Ternyata aku bukan pengembara

Kata-kata dan peristiwa

Telah lebur pada makna

Dalam aroma rimba dan waktu

Hanya seutas pamor badik, tapi

Tak kunjung selesai dilayari


 baca juga : Jujur, kangen

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hilang : KHOIRUL TRIAN | Rumah Puisi

Dari Aku Yang Terlalu Rusak Untuk Diperbaiki : KHOIRUL TRIAN | Rumah Puisi

Jujur, kangen : Khoirul Trian | Rumah Puisi