Postingan

Aku Tahu dan Aku Terima : Mas Fath | Rumah Puisi

Gambar
  "Aku Tahu dan Aku Terima" oleh: seseorang yang mencintai dalam diam

Refleksi Perjalanan Perasaan : Mas Fath | Rumah Puisi

Gambar
  Refleksi Perjalanan Perasaan Aku pernah bertemu seseorang, yang membuatku mengerti bahwa nyaman bisa datang tanpa rencana, dan harapan bisa tumbuh tanpa aba-aba. Aku yang tadinya diam, perlahan belajar mendengarkan. Aku yang tadinya takut, perlahan berani membuka diri. Aku yang tadinya ragu, perlahan memahami makna perhatian. Walaupun pada akhirnya, tak semua rasa harus berakhir menjadi "kita." Tak semua harap harus menjadi nyata. Tapi aku bersyukur, pernah merasakan indahnya perjalanan ini. Bersyukur atas setiap percakapan, tawa, bahkan diam-diam menunggu. Kini aku tahu, cinta sejati bukan tentang memaksa memiliki, tapi tentang mendoakan dalam diam, tentang menerima kenyataan dengan lapang dada, tentang tetap melangkah, walau hati sempat tertinggal. Aku tak akan menghapus kenangan ini. Aku akan menyimpannya baik-baik, sebagai bukti bahwa aku pernah berani mencintai tanpa pamrih. Dan kini, aku memilih melanjutkan hidupku, menjadi pribadi yang lebih s...

Harapan yang Tak Dimaksudkan : Mas Fath | Rumah Puisi

Gambar
  "Harapan yang Tak Dimaksudkan" Seseorang yang membuatku mulai merangkak menatap masa depan, Tetapi dialah yang membuat kehancuran makin dalam. Dia memang tidak pergi, Tapi juga tidak bisa kumiliki. Dia memberi perhatian yang kuanggap sebagai harapan, Ternyata dia hanya peduli sebagai seorang teman. Memang salahku mengartikan sebuah perhatian, Aku menaruh harap pada yang tak menaruh perasaan. Bodohnya aku menanam bunga di ladang ilusi, Merawatnya dengan doa dan janji yang kuurai sendiri. Aku kira senyumnya adalah pertanda, Aku kira sapanya membuka pintu rasa. Tapi ternyata aku berjalan sendirian, Menapaki harapan yang tak pernah dia maksudkan. Dia bilang belum membuka hati, Namun tetap memberiku tempat untuk bermimpi. Kini aku sadar, Mencintai diam-diam bisa membuat hati retak tanpa suara. Namun aku akan tetap membenahi hidup dan rasa, Agar saat takdir datang, aku telah siap menyambutnya. Entah kisah ini sad ending atau belum selesai, Yang jelas, saat i...

Harapan yang Gugur : Mas Fath | Rumah Puisi

Gambar
  "Harapan yang Gugur" Harapan itu sempat tumbuh, dari sapa hangat dan perhatian yang tak jemu. Tiap kata, tiap senyum, membuat hati ini berani menaruh mimpi di situ. Namun kini, seperti dedaunan yang gugur sebelum waktunya, harapan itu jatuh tanpa pamit, dihantam angin kenyataan yang pahit. Bukan karena cinta ini usang, tapi karena hati tak tahu lagi harus berjuang atau pulang. Kamu bilang tak usah dipikirkan, padahal tiap detik, kamu tak pernah absen dari pikiran. Kini aku diam, bukan karena tak peduli, tapi karena tak tahu lagi apa aku hanya singgah sementara dalam hari-harimu yang penuh misteri.

Pada Perhatian yang Tak Bernama : Mas Fath |Rumah Puisi

Gambar
  “Pada Perhatian yang Tak Bernama” Aku bukan sekadar teman, setidaknya menurut hatiku yang diam-diam menyimpan, perhatianmu yang lembut—terkadang manis, menjadi harapan yang tumbuh meski tanpa janji. Kau bilang hanya teman, tapi tatapan dan sapaanmu tak pernah biasa, kau sisipkan "mas" dengan senyum, kau kirim pap seolah tak ingin benar-benar jauh. Aku cemburu, pada langkahmu bersama dia yang bukan aku, pada ziarahmu dengan seseorang yang mungkin kau tunggu, sementara aku di sini, memadamkan harap yang semakin membara. Kau menangis padaku, kau bercerita padaku, kau tertawa denganku—seolah aku tempatmu pulang, tapi nyatanya aku hanya halte, bukan rumahmu yang tenang. Aku ingin menyayangimu dengan restu dan ikatan, bukan sekadar perbincangan larut malam. Tapi bila hanya aku yang berjalan, biarlah doa menjadi saksi bahwa aku pernah benar-benar sayang.

Isak Tangismu di Malam Itu: Mas Fath|Rumah Puisi

Gambar
  Isak Tangismu di Malam Itu Masih terngiang isak tangisan di malam itu Kau bicara dengan nada yang amat pedih Disaat keadaan genting, Laptopmu malah black screen Dengan terisak kau ceritakan padaku Aku ingin menyeka air matamu Lewat suara dan petunjuk sederhana Meski hanya di seberang layar Kupastikan hatimu tak merasa sendiri Kau tunjukkan wajah mungilmu yang muram Jerawat kecil di pipi jadi lelucon manja Dan aku tertawa, bukan mengejek luka Tapi ingin membuatmu lupa sejenak derita Lelahmu, tangismu, celoteh lucumu Mengisi ruang kosong di pikiranku Malam itu bukan hanya tentang laptop rusak Tapi tentang hati yang perlahan mulai terbuka Dan dalam diam aku berdoa Semoga kelak bukan hanya masalah kecil yang kau bagi Tapi seluruh cerita hidupmu, Bersamaku yang siap menemani

Rasa Tanpa Jawaban : Mas Fath | Rumah Puisi

Gambar
 RASA TANPA JAWABAN Perihal rasa yang tak tahu jawabannya, Mungkinkah cinta, atau hanya kata? Kala hadirnya di layar menghilang, Ada sunyi yang diam-diam datang. Namun saat kata kembali menyapa, Rasa tumbuh dengan warna berbeda. Apakah ini hanya hangat pertemanan, Atau benih cinta dalam diam disembunyikan? Terkadang hati menebak-nebak, Antara logika dan rasa yang retak. Senyumnya tulus, tutur katanya ramah, Tapi adakah aku di hatinya yang nyata? Diam-diam aku mencatat perhatiannya, Meski kecil, cukup untuk mengobarkan tanya. Dan tiap malam sebelum doa terucap, Namanya hadir, meski tak terungkap. Mungkin ini hanya aku yang terlalu berharap, Pada seseorang yang mungkin tak menatap. Tapi jika benar ada rasa di sana, Mengapa bayangnya tak mau reda? Ah, perihal rasa… Selalu rumit, tak mudah dijelaskan kata. Tapi jika memang ia hanya sebatas teman, Semoga Tuhan tenangkan perasaan perlahan.

Lirik Puisi Gundahku karya Roihatul Jannah

Gambar
  GUNDAHKU ada yang hilang...melayang ingin ku terbang... penuhi angan serasa ku terhimpit....sempit teramat sakit...pahit ada rindu yang tebal menjalaga akan rona keluarga ada damai syahdu membahana baca juga : hancurku karya Roihatul Jannah kala angan bertamasya temui mereka semua.... inikah perpisahan inikah penderitaan inikah sebuah roda kehidupan yang kan terus berulang angin.... terpamu mendamaikan sepoimu merdedam kegelisahan sepoimu kabarkan nuansa desa ku terkesima dan akhirnya... ku kembali jatuh ke dalam nyata "Jan 08"                    

lirik puisi khoirul trian Anak Yang Kehilangan Pundaknya

Gambar
ANAK KECIL YANG KEHILANGAN PUNDAKNYA  Sebelumnaya aku tak pernah kehilangan sedalam ini Seseorang yang harusnya aku bahagiakan Belum sempat tersenyum karena ku Aku kehilangan banyak waktu Waktu tentang bercanda waktu untuk menangis lebih dalam dipundaknya Juga waktu untuk cerita Tentang hidupku yang sedikit bahagia Sejauh ini aku sudah terbiasa tumbuh sendirian Tanpa pundak Juga tanpa pelukan hangat saat semuanya sedang memudar Aku ingin bermimpi Tapi aku kehilangan alasan untuk mewujudkan mimpiku sendiri Kata mereka suatu hari mimpimu akan menjadi nyata Sejak saat itu aku takut untuk bermimpi Karena ketika aku membuka mata Semuanya hilang Anak kecil ini kehilangan pundaknya Dan bingung harus bersandar kepada siapa Anak kecil ini sudah kehilangan waktu Dan itu tidak akan kembali Aku juga bingung harus menyalahkan siapa Waktu itu semesta terlalu jahat Memisahkan buah hati dari pelukannya Lalu menyisakan luka yang tidak akan sembuh sebelumnya Aku masih ingat hembusan nafasnya Sejuk ...

lirik puisi khoirul trian Menjadi Dewasa

Gambar
MENJADI DEWASA PUISI UNTUK IBU  Ma, ini aku Aku yang sulit dibangunkan Sekarang aku harus bangun lebih awal Untuk menghadapi dunia ini Aku yang dulu sering melupakan sarapan yang telah kau buat Sekarang aku harus curi-curi waktu untuk sekedar mengucapkan selamat pagi untuk mama Dulu aku menangis saat aku terjatuh Dan sekarang aku jatuh menghadapi luasnya dunia ini Apakah aku harus menangis ma? Aku rindu dengan tangan yang kucium setiap pagi dan sore Dan tangan itu sekarang jauh Aku sudah tidak tau lagi bagaimana keadaannya Keriput dan menua, itu sudah pasti Tangan itu dulu yang memelukku Dari busanya dunia luar Baca Juga : Bunda karya Roihatul Jannah Ma...Menjadi dewasa itu tidak enak Aku terlalu kecil untuk dunia ini Dunia terlalu jahat ma Menilai hasil tanpa melihat perjuanganku Kadang tidak memberi apa yang aku minta Padahal perjalananku masih panjang Dan bahagiapun belum aku persembahkan Tuhan, aku hanya minta Tolong beri dia hidup lebih lama lagi Baca Juga : Kumpulan Materi...

lirik puisi khoirul trian Juli dan Tingkah Manusianya

Gambar
  JULI DAN TINGKAH MANUSIANYA Hai bulan... Dibawah terangmu semua mimpi anak manusia ditaruhkan Banyak doa yang berlalu lalang diatas awan Menunggu dijawab apakah iya atau harus luruh lagi seperti biasa Titip orang baik yang sedang mendengarkan ini Panjang umur ya....karena aku ingin melihatmu tumbuh disampingku Layaknya dua kaktus indah yang dipajang disudut-sudut capitaria Kita akan tumbuh bersama Dan akan kuajak cerita tentang banyak hal Berdua menikmati manusia lalu lalang Menyaksikan orang datang dan pergi Silih dan berganti Singgah untuk sesaat, menikmati kopi sebentar Lalu pergi dengan cepat dan datang terlambat Siklus manusia hanya berputar disitu-situ saja Ketika pintu dibuka, tamu-tamu akan masuk bergantian Kadang pulangnya tidak tahu waktu dan tidak tahu diri Masih untung dikasih masuk Kalau memang mau pulang, bilangnya dari awal datang Biar kitanya juga bisa siapkan supir terbaik untuk mengantarmu pulang Walau jauh pasti akan di...

lirik puisi khoirul trian Seorang Anak Manusia Dan Lukanya

Gambar
SEORANG ANAK MANUSIA DAN LUKANYA  Seoramg anak manusia sudah berjalan terlalu jauh Dia pergi dengan membawa sejuta angan Katanya sedikit lagi akan pulang Tapi nyatanya dunia belum menyuruh untuk kembali Seorang anak manusia tadi sebenarnya tidak butuh perjalanan yang jauh Tidak butuh pemandangan yang indah Apalagi lengkungan cahaya merah dari senja-senja di ujung pantai itu Ini yang patah hatinya, bukan dirinya Luka menganga yang dari dulu selalu menjadi alasan Kenapa tidak berani memilih hati lain  untuk disinggahi Bukan takut, tapi memang tidak mau patah dua kali Apalagi berulang kali Maaf kalau saat ini anak manusia tadi sedang terlalu nyaman dengan kesendirian Dia pernah mempercayai raga lain untuk dijadikan alasan bahagia Dan ia tidak percaya ketika sekarang raga itu sudah hilang Waktu yang membawa seseorang kembali dengan dunianya Seorang anak manusia tadi namanya aku Dia sekarang bahunya sedang lelah Telalu banyak angan yang sampai  sekarang masih menjadi beban ...

Maaf Bisaku Segini karya khoirul trian

Gambar
  MAAF, BISAKU SEGINI     Dalam hidup manusia Semua pumya ceritanya masing-masing Mungkin sekarang waktunya kita untuk bersama Tapi aku tidak bisa menjanjikan banyak hal Karena kalau denganku...ada banyak kurangnya Aku hanya takut ceritamu denganku tidak menarik Maaf ya...kalau denganku bisanya hanya segini Aku tidak punya banyak uang untuk membeli semua bahagiamu Sekiranya kurang...ya segini adanya Kalau denganku kamu tidak bisa pergi jauh Kalau mungkin makan ditempat sederahana sering membuatmu malu Bilang saja biar setidaknya aku tahu Kalau denganku susah Maaf untuk banyak angan-anganmu yang harus redup Tidak pernah ada maksud untuk biat kecewa Karena pada diri inilah kecewa yang sebenarnya Kasih..bisaku segini Baca Juga : Kosong Karya Khoirul Trian Maaf ya..aku cuma punya rasa Dan dari rasa itu aku yakin bisa membuatmu merasa ada Aku memang tidak bisa membuatmu bahagia Tapi aku masih punya pundak untukmu bercerita Tapi a...

Dari Aku Yang Terlalu Rusak Untuk Diperbaiki : KHOIRUL TRIAN | Rumah Puisi

Gambar
DARI AKU YANG TERLALU RUSAK UNTUK DIPERBAIKI Perlahan catatan sejarah hidupku semakin sedih Setiap hari berganti, rasanya tidak ada lagi yang istimewa Dari aku yang terlalu tua Aku yang terlalu tua untuk menangis Aku yang terlalu tua untuk berulang kali jatuh dalam salah yang sama Menua dengan luka memang tidak mudah Ada banyak harapan yang akhirnya harus dipulangkan Salah satunya harapan dengannya Satu-satunya alasanku hidup untuk tersenyum Perlahan menamparku dan memukulku mundur Untuk semua yang sudah diusahakan Seakan semesta menyuruhku pergi, padahal bertamu saja belum pernah Kita itu seperti dua insan yang disatukan atas dasar perasaan bersalah Yang tidak pernah bisa terima bahwa ternyata waktunya sudah selesai Kisah-kisah indah tinggal dikenang di album foto berjudulkan masa lalu Langit-langit atas kamarmu akana mengerti Berapa banyak air mata yang setiap malam tumpah Hingga berapa dalamnya seseorang dalam meratapi kehilangannya Akan sangat le...

lirik puisi Hancurku karya Roihatul Jannah

Gambar
  HANCURKU Malam dengan apalagi ku bercerita atas dalamnya luka lara dalam pendam yang teramat dalam dalam perih yang teramat menoreh dalam tak berdaya terkapar... nanar.. tuhan... dimana ada ujungmu... dimana ada janjimu... dimana ada tahtamu.. ku menangis ku melolong ...ku meraung adakah yang bisa meraba adakah yang bisa merasa baca juga : sunyiku karya Roihatul Jannah beratnya teramat beban derita kering air mataku kering juga rasaku ku tlah lama mati dalam panggangan luka lara binasa Baca Juga : Ibu , D. Zawawi Imron

Sunyiku puisi karya roihatul jannah

Gambar
  SUNYIKU Sore nan perih ku tatap nanar, mata terpendar dalam rasa-rasa nan samar oh tuhan...hampanya dunia sepinya rasa sepa tak bermakna oh angin sore bisakah kau kabarkan rasa rasa lapang penuh makna rasa sahaja penuh warna rasa bahagia dalam sejuta selera Baca Juga : Landai sepinya hati tiada arti kosongnya jiwa tanpa selera pongahnya rasa membunuh makna hilang segala rasa sepa dalam relung yang sepi lenyap dalam batin yang senyap tertunduk dalam tatapan mata redup

Landai karya roihatul jannah

Gambar
  LANDAI Angin Sore yang ramah Sepoi menerpa dedaunan nan hijau sang suryapun melambatkan teriknya melambai penuh kedamaian menusuk, menukik penuh ketentraman dan resah itu tlah usai mendesah asa itu kian melambai menjauh sejauh mata memandang jauh... pergilah..pergi..jangan kembali aku damai tanpamu hatiku landai tanpa rangkulanmu biarlah aku begini biarkan seperti ini jangan lagi kau sertaiku ku teramat terganggu Baca juga : Bunda